Start DSE in Search and Graph Mode
dse-6.8.32/bin/dse cassandra -s -g
Start DSE Agent
service datastax-agent start
Start OpsCenter
opscenter-6.8.24/bin/opscenter
Start Datastax Studio
datastax-studio-6.8.26/bin/server.sh
Benar-benar hanya sebagai catatan pribadi saya. Supaya sewaktu-waktu dibutuhkan, saya tahu dimana saya harus mencari.
dse-6.8.32/bin/dse cassandra -s -g
service datastax-agent start
opscenter-6.8.24/bin/opscenter
datastax-studio-6.8.26/bin/server.sh
Pada saat melakukan operasi git pada server linux, terkadang muncul error
gnutls_handshake() failed: Error in the pull function
Error tersebut terjadi karena ketidaksesuaian MTU pada server kita dengan MTU yang dipersyaratkan di server host / proxy. Pada case ini, MTU kita terlalu tinggi dari yang dipersyaratkan. [1]
Untuk mengatasinya, maka kita perlu menurunkan MTU pada interface server kita. Pada kasus saya, menggunakan nilai MTU 1400 dapat mengatasi error ini.
ifconfig <interface_name> | grep mtu
ifconfig <interface_name> mtu <nilai_mtu> up
Misal
ifconfig eth0 mtu 1400 up
Konfigurasi di atas tidak permanen, untuk melakukan konfigurasi permanen silahkan cek [2].
Misalnya ingin melakukan pengecekan mount untuk device /dev/sda1
mount | grep sda1
du --max-depth=1 --human-readable / | sort --human-numeric-sort
This will list the first level of directories contained in the specified path, in order from smallest to largest. You can increase the depth past 1 to get details of the subdirectories, or change the path to specify a single directory. You can also use the short flags.
Command di atas akan menampilkan direktori pada / dengan order kapasitas pemakaian dari kecil ke besar. Parameter max-depth dapat diubah untuk mendapatkan detail subdirektori, atau ubah path ke direktori yang ingin dicek, misal ingin mengecek /home
du -d1 -h /home | sort -h
Terjadi error
WARNING /home/sumdev/ubuntu-20.04.6-live-server-amd64.iso may not be accessible by the hypervisor. You will need to grant the 'libvirt-qemu' user search permissions for the following directories: ['/home/sumdev']
pada saat instalasi virtual machine.
Hal tersebut menunjukkan bahwa user 'libvirt-qemu' memerlukan akses search ke direktori tempat file ISO berada (a+x).
Dengan menambahkan akses user tersebut pada direktori yang dibutuhkan.
sudo getfacl -e /home/sumdev/
getfacl: Removing leading '/' from absolute path names
# file: home/sumdev/
# owner: sumdev
# group: sumdev
user::rwx
group::r-x
other::---
Tambahkan akses search untuk user libvirt-qemu
sudo setfacl -m u:libvirt-qemu:rx /home/sumdev
Lalu cek
sudo getfacl -e /home/sumdev/
getfacl: Removing leading '/' from absolute path names
# file: home/sumdev/
# owner: sumdev
# group: sumdev
user::rwx
user:libvirt-qemu:r-x #effective:r-x
group::r-x #effective:r-x
mask::r-x
other::---
Dapat dilihat user libvirt-qemu sudah memiliki akses search pada folder tersebut.
Setelah kurang lebih 2 tahun tidak berurusan dengan Apache Kafka, ternyata banyak hal yang berubah saat ini. Catatan ini sebagai pengingat, berlaku untuk versi minimum 3.40
Kafka saat ini menuju ke penggunaan tanpa bergantung pada ZooKeeper. Hal ini tentu sangat signifikan dan lebih memudahkan instalasi dan konfigurasi.
Instalasi Kafka masih sama dengan sebelumnya, hanya berbeda saat ini konfigurasi karena sudah tidak menggunakan ZooKeeper.
Download dan ekstrak
wget [link_kafka]
tar xzf [file_tar_kafka]
Edit configuration file
nano kafka_dir/config/kraft/server.properties
Generate random uuid dan setup uuid (versi terdahulu tidak ada step ini)
./kafka_dir/bin/kafka-storage.sh random-uuid
./kafka_dir/bin/kafka-storage.sh -t <uuid> <server_config_file>
Start kafka server
./kafka_dir/bin/kafka-server-start.sh ./kafka_dir/config/kraft/server.properties
cleanup.policy : untuk menentukan log akan di-delete atau di-compact. Diset default pada broker, di adjust pada topic.
num.partitions : untuk menentukan jumlah partitions. Diset default pada broker, di adjust pada topic. Penting diset untuk Kafka Streams karena setiap consumer di assign pada 1 partition.
Sertifikat SSL dibagi menjadi 3 jenis:
Relasi dari ketiga jenis tersebut adalah sebagai berikut, misalnya:
Pada contoh di atas, sertifikat 1 adalah merupakan end-user certificate, sertifikat 2 dan 3 adalah intermediate certificate, dan sertificat 4 adalah root certificate.
Yang perlu dipahami adalah secara umum yang perlu diinstal pada server milik kita adalah end-user certificate. Untuk intermediate dan root certificate sudah ada didalam klien yang umum dipakai, misalnya browser firefox. Jadi pada saat terjadi koneksi antara klien dengan server, akan dilaksanakan pencocokan sertifikat tersebut.
Pada beberapa kasus, misal akses menggunakan CURL atau dari IDE semisal IntelliJ, akan ditemui error sertifikat. Hal ini terjadi karena intermediate dan root tidak ada dalam klien. Yang bisa dilakukan:
Pada contoh di atas dapat dilihat pada sebuah website, menggunakan autentikasi 3 sertifikat. Pada contoh tersebut, paling kiri adalah end-user, tengah adalah intermediate, dan yang paling kanan adalah root certificate.
Sumber : https://support.dnsimple.com/articles/what-is-ssl-certificate-chain/
Iim Rusyamsi - Ketua Umum OKE OCE Indonesia
Bisnis harus memanfaatkan teknologi.
Bisnis Kawan Lama contoh bisa diwariskan
Level dalam wirausaha
Level 0 - 1 : work in, belum mencari profit, level 2 - 3 : sudah mulai memiliki bisnis, mencari profit, level 4 : tinggal kopi paste bisnis untuk buat bisnis selanjutnya, level 5 : membangun aset.
Pada level awal, jangan anggap karyawan. Tapi anggap mereka sebagai bagian dari sistem bisnis.
Trik bangun sistem